Malam minggu bagi banyak kalangan merupakan saat yang pas untuk menghilangkan penat dengan pergi ke daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat. Udara yang dingin serta banyaknya kebun teh yang memberikan kesegaran udara, membuat banyak orang sangat tertarik untuk menghabiskan malam di wilayah Puncak ini. Bagi saya sendiri ini merupaka pengalaman pertama, walaupun saya tinggal di Jakarta namun belum pernah benar-benar menikmati malam di Puncak Pass, paling hanya sekedar lewat untuk ke kota tujuan lainnya.
[/caption] Bersama empat orang rekan, kami berniat menikmati malam minggu di Puncak. Dengan titik awal di Cimanggis, Depok, kami berlima berangkat dengan mengendarai tiga buah motor pada jam 10.30 malam. Lewat Jalan Raya Bogor kami melakukan konvoi motor yang semuanyamatic, sempat bertemu dengan rombongan motor besar yang sepertinya mempunyai tujuan yang sama dengan kami yaitu ke arah Puncak. Selepas Cibinong arah Bogor, hujan rintik-rintik membuat kami agak khawatir apakah dapat melanjutkan perjalanan, rupanya nasib baik masih berpihak dan begitu memasuki kota Bogor, hujanpun menghilang. Di Bogor, kami istirahat sebentar untuk meluruskan kaki yang mulai terasa pegal sekaligus mengisi kerongkongan yang mulai kering dengan air. Melanjutkan perjalanan, selepas Ciawi mengarah ke Puncak mulai terasa angin yang sangat dingin menusuk kulit padahal saya mengenakan jaket. Jalanan terlihat mulai padat, namun karena kami menggunakan motor dapat melewati sisi kanan atau kiri dari mobil yang terjebak kemacetan. Motor yang saya tumpangi berada di urutan kedua dari rekan yang lain, motor rekan yang ada di depan dipacu dengan kecepatan yang cukup tinggi sehingga kami yang berada di belakang harus mengikuti agar tidak tertinggal jauh. Makin mengarah atas menuju Puncak, udara dingin terasa menusuk, salahnya saya menggunakan jaket yang kurang tebal jadi kadang merasa menggigil. Rekan saya yang mengendarai motorpun merasakan dingin yang sama, sehingga beberapa kali ia harus merilekskan tangannya dengan dikepal-kepalkan. Saat melewati depan Masjid At Ta’awun, terlihat banyak sekali mobil yang parkir di pinggir jalan sehingga menambah kemacetan. Rupanya sedang ada ceramah dari seorang ustad yang dari suaranya saya kenali, rekan saya mengatakan yang ceramah adalah Ustad Ahmad Al Habsyi, pantas saja sepertinya familiar sekali suara beliau. Saya sempat mendengar ceramah Ustad Al Habsyi saat itu, yang sempat membuat saya terkikik di atas jok motor. Beliau mengatakan ” setahu saya tidak ada anak ayam yang berkeliaran di malam hari, terus anak siapakah itu?? helooo..” hehehe… ada yang merasa tersindirkah pada malam itu di kawasan Puncak? Di sisi kiri dan kanan jalanan menuju kawasan Puncak ini, banyak sekali terlihat orang yang membawa papan berukuran kecil serta senter, tulisan di papan itu adalah ‘Villa/kamar disewakan’ dan mereka adalah semacam calo yang menawarkan jasa. Memang sudah tidak asing lagi kalau di kawasan ini begitu banyak villa, resort, hotel, wisma, ataupun penginapan. Jam 00.30 kami tiba di kawan Puncak Pass, tepatnya di dekat restoran Rindu alam 1, terlihat banyak sekali kendaraan baik mobil maupun motor yang diparkir di tempat ini. Kamipun segera mencari tempat untuk memarkir motor, banyak sekali rombongan anak-anak muda yang sedang menikmati dinginnya suasana malam di tempat ini, yang banyak terlihat juga tentu saja pasangan muda-mudi yang terlihat saling berpelukan, atau mungkin lebih, saya tidak berniat melihat lebih jauh hehehe..
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.